Rabu, 24 Oktober 2012

Teknologi Jaringan WiFi


Komunikasi tanpa kabel/nirkabel telah menjadi kebutuhan dasar atau gaya hidup masyarakat. Jaringan nirkabel yang lebih dikenal dengan jaringan WiFi menjadi teknologi alternatif dan relatif mudah untuk diimplementasikan di lingkungan kerja, seperti perkantoran, labkom, dan tempat-tempat lainnya. Komputer dengan WiFi dapat saling terhubung hanya dengan membutuhkan ruang dengan syarat jarak jangkauan dibatasi oleh pancaran sinyal radio dari komputer masing-masing.
Wifi atau Wireless Fidelity adalah salah satu standar Wireless Networking tanpa kabel, dengan komponen yang sesuai dapat terkoneksi ke jaringan. Teknologi WiFi memiliki standar yang ditetapkan oleh sebuah institusi internasional yang bernama IEEE atau Institute of Electrical and Electronic Engineers. Teknologi WiFi diimplementasikan dengan standar IEEE 802.11 lebih cepat untuk proses transfer data dengan jangkauan jaringan yang lebih jauh serta dukungan vendor atau perusahaan pembuat hardware. Perangkat Wifi ada yang bekerja pada frekuensi 2,4 GHz dan ada juga yang bekerja pada frekuensi 5,2 GHz. Umumnya jaringan WiFi bekerja di frekuensi 2,4 GHz.
Cara kerja Jaringan WiFi dengan memancarkan sinyal yang ditransmisikan pada jaringan WiFi menggunakan frekuensi bebas sehingga dapat ditangkap oleh komputer lain sesama pengguna WiFi.
Jaringan WiFi juga memliki sistem keamanan agar dapat berjalan dengan baik dan aman bagi penggunanya. Adapun sistem keamanannya :
1.       Mengenkripsi jaringan WiFi atau memberi password pada jaringan tersebut menggunakan WEP(Wireless Equivalent Privacy) atau bisa juga menggunakan WPA(WiFi Protected Access)
2.       Membatasi akses dengan mendaftarkan MAC Address dari komputer klien yang berhak mengakses jaringan
Lalu apa yang menyebabkan WiFi membutuhkan sistem keamanan ?, seperti yang kita ketahui banyak pengguna internet yang ingin berselancar di internet tanpa modal dengan cara menghubungkan komputernya dengan jaringan WiFi disekitarnya. Jika sistem keamanan tersebut tidak ada maka pemilik jaringan tersebut akan rugi, karena jaringannya digunakan orang lain yang tidak memiliki hak untuk menggunakan jaringannya. Dengan adanya sistem keamanan tersebut seseorang tidak dengan begitu mudah untuk mengubungkan komputernya ke jaringan tersebut, contohnya jika pemilik jaringan tersebut Menggunakan enkripsi kita harus mengetahui passwordnya, dan jika membatasi MAC Address komputer kita tidak bisa dihubungkan ke jaringan tersebut.

0 komentar: